![]() |
| Ketgam : Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim, SH., M.Si didampingi Ketua PWI Sultra, Sarjono saat jumpa pers |
KONAWE, TARGET INVESTIGASISULTRA. com- Pemerintah Kabupaten Konawe bakal menjadi tuan rumah kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026.
Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim , dalam konfrensi persnya , Senin (4/5/2026) mengatakan bahwa MTQ tadinya MTQ akan dilaksanakan pada 6 Juni mendatang.Namun ada perubahan jadwal.
Dengan adanya perubahan pelaksanaan MTQ, maka kegiatan kita laksanakan pada tanggal 20 Juni tahun 2026.
" Perubahan jadwal ini terjadi karena tanggal 6 bersamaan dengan pelaksanaan ujian anak sekolah, sehingga waktu dan tanggalnya kita ubah," jelasnya.
Wakil Bupati mengungkapkan Sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemda Konawe telah melakukan persiapan terutama melakukan pembenahan lokasi. ungkap orang nomor 2 di kabupaten konawe itu.
" Untuk progres dilapangan sudah mencapai 50 persen," terangnya.
Lanjutnya, sebagai tuan rumah kita akan melakukan langkah agar pelaksanaan MTQ di kabupaten Konawe bisa berjalan lancar.
Ia menjelaskan, untuk peserta yang akan hadir dalam MTQ tahun 2026 terdiri dari 17 Kabupaten/Kota yang siap mengikuti ajang lomba tingkat Provinsi Sultra. jelasnya.
" Target kita paling tidak, bisa meraih juara 3 dan kalau bisa meraih juara 1 sehingga bisa mengharumkan nama kabupaten Konawe dan menunju jejang nasional," ujarya.
Di tempat lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muhammad Akib Aras menambahkan terus mengoptimalkan layanan call center 24 jam sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik. tambahnya.
Menurutnya, layanan ini memungkinkan masyarakat menyampaikan berbagai pengaduan dan kebutuhan darurat, seperti kebakaran, kecelakaan, layanan kesehatan, hingga persoalan infrastruktur.
Petugas call center bekerja secara bergiliran dalam beberapa shift guna memastikan layanan tetap berjalan tanpa henti. Setiap laporan yang masuk langsung diteruskan kepada instansi terkait, seperti pemadam kebakaran, rumah sakit, kepolisian, hingga dinas teknis lainnya.
Selain itu, Diskominfo mencatat masih adanya laporan palsu atau prank dari oknum masyarakat. Untuk itu, evaluasi dilakukan secara rutin setiap bulan guna meningkatkan kualitas layanan, termasuk pendataan jumlah laporan yang valid maupun tidak valid.
" Harapan kami agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara bijak. Semua laporan akan kami tindak lanjuti, baik kondisi darurat maupun keluhan seperti jalan rusak atau jaringan yang kurang baik," harapnya.
Program call center 24 jam ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang didorong oleh Kementerian Komunikasi dan Digital dalam rangka memperkuat pelayanan publik berbasis respons cepat di daerah. tutupnya.
Laporan : Imran Ismail



