![]() |
| Foto : Istimewa |
KOLTIM, TARGET INVESTIGASISULTRA. com- Sebanyak 36 pelajar di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, menunjukkan kreativitas mereka dalam menyuarakan bahaya narkoba melalui karya video pendek.
Karya tersebut mengikuti lomba video pendek bertema “Merdeka dari Narkoba” yang digelar Polres Kolaka Timur dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Proses penilaian berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kolaka Timur, Minggu (16/8/2026). Peserta berasal dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA sederajat di wilayah Kolaka Timur.
Sebanyak 36 video yang masuk kemudian dinilai oleh empat dewan juri, yakni Kabagren Polres Kolaka Timur AKP Muh Arman, Kepala Kesbangpol Kolaka Timur Subhan Jaya Sultan, Ketua PWI Kolaka Timur Dekri Adriadi, dan Ketua PJI Kolaka Timur Jusran.
Penilaian tidak hanya melihat kualitas visual. Kreativitas, orisinalitas, relevansi tema, serta kemampuan peserta menyampaikan pesan antinarkoba menjadi bagian penting dalam menentukan karya terbaik.
Panitia menetapkan tiga komponen utama penilaian, yakni kreativitas dan orisinalitas sebesar 40 persen, relevansi terhadap tema 40 persen, serta kualitas produksi sebesar 20 persen.
Setiap karya diwajibkan memuat pesan edukasi mengenai bahaya narkoba dan tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, politik, maupun adegan penggunaan narkoba. Peserta juga diwajibkan memperhatikan ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Kapolres Kolaka Timur AKBP Tinton Yudha Riambodo mengatakan, lomba tersebut merupakan kegiatan kreatif pertama yang digelar Polres Kolaka Timur khusus bagi kalangan pelajar.
"Ini menjadi kali pertama Polres Kolaka Timur mengadakan lomba kreativitas untuk para pelajar. Tujuannya untuk memacu adrenalin para pelajar agar sejak dini dapat menghindari bahaya obat terlarang," ujar Tinton.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, lomba diharapkan dapat menanamkan kesadaran kepada pelajar agar mampu menjadi penyampai pesan antinarkoba di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Tinton juga berharap karya-karya yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi di sekolah. Dengan demikian, kampanye pencegahan narkoba tidak hanya datang dari aparat penegak hukum, tetapi juga tumbuh dari kalangan pelajar.
Kepala Kesbangpol Kolaka Timur Subhan Jaya Sultan yang turut menjadi dewan juri menilai keterlibatan pelajar dalam kampanye antinarkoba merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran sejak usia sekolah.
Menurutnya, pesan bahaya narkoba perlu disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan generasi muda. Video kreatif dinilai menjadi salah satu media yang efektif untuk mengemas pesan tersebut sesuai dengan kehidupan sehari-hari pelajar.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kolaka Timur Dekri Adriadi mengapresiasi langkah Polres Kolaka Timur yang memberikan ruang kreativitas kepada pelajar melalui tema antinarkoba.
"Edukasi para pelajar melalui konten video ini sangat penting di era saat ini. Mengingat para pelajar merupakan pondasi generasi di masa yang akan datang. Untuk itu, kami mengapresiasi Polres Kolaka Timur yang sudah menyelenggarakan perlombaan tersebut," kata Dekri.
Ia menilai pendekatan kreatif membuat pesan pencegahan narkoba dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima oleh generasi muda.
Lomba "Merdeka dari Narkoba" juga menjadi momentum bagi pelajar untuk memaknai kemerdekaan secara lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kebebasan untuk menentukan masa depan tanpa narkoba.
Melalui 36 karya yang dinilai, para pelajar Kolaka Timur menunjukkan bahwa ruang digital tidak hanya dapat menjadi tempat hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan kampanye positif.
Dari layar ponsel, para pelajar menyampaikan satu pesan yang sama: masa depan generasi muda harus dijaga dan tidak boleh digadaikan kepada narkoba. (Red)



