• Jelajahi

    Copyright © Targetinvestigasisultra.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    JMSI

    JMSI

    Pemkab Koltim Perkuat Kolaborasi Tangani Karhutla di Desa Wesalo dan Desa Keisio

    Admin
    , Agustus 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T03:51:24Z
    Foto : Istimewa 


    KOLTIM, TARGET INVESTIGASISULTRA. com- Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Pemkab Koltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kolaka Timur.



    Pada Minggu (30/8/2026), tim gabungan melakukan penanganan karhutla di Desa Wesalo dan Desa Keisio, Kecamatan Lalolae. Penanganan dilakukan pada tiga titik lokasi sebagai langkah cepat untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.


    Foto : Istimewa 


    Dalam kegiatan tersebut, BPBD Koltim berkolaborasi dengan Manggala Agni, TNI, dan Polri. Sinergi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan serta mengantisipasi potensi meluasnya titik api.



    Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kolaka Timur periode 29 Agustus 2026, Desa Wesalo, Kecamatan Lalolae, tercatat beberapa kali mengalami kejadian karhutla sepanjang Agustus.



    Karhutla pertama tercatat pada 24 Agustus 2026 dengan luas areal terdampak sekitar 4 hektare. Kejadian kembali terjadi pada 26 Agustus dengan luas areal terdampak mencapai 82 hektare.



    Sementara itu, di Desa Keisio, karhutla tercatat terjadi pada 27 Agustus 2026 dengan luas areal terdampak sekitar 19 hektare.



    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Lalolae menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya penanganan dan pencegahan karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.


    Foto : Istimewa 


    Secara kumulatif, data BPBD hingga periode 29 Agustus 2026 mencatat luas areal terdampak karhutla di Kabupaten Kolaka Timur mencapai 206,25 hektare. Sementara itu, luas areal terdampak kekeringan tercatat mencapai 1.886,57 hektare.



    Pemkab Koltim melalui BPBD menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi dari seluruh unsur. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI/Polri, serta masyarakat menjadi kunci dalam upaya pencegahan, pemadaman, dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.



    Selain melakukan penanganan di lokasi kejadian, pemerintah daerah juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.



    Melalui langkah cepat dan sinergis seluruh pihak, Pemkab Koltim berkomitmen untuk terus memperkuat upaya penanggulangan bencana, menjaga keamanan lingkungan, serta meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap masyarakat dan wilayah Kabupaten Kolaka Timur. (Dsk)



    Laporan : Imran 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini